CCTV Rumah Saguling Bakal Dibuka Dalam Sidang Ferdy Sambo Dan Putri Candrawathi Hari Ini

, JAKARTA – Pasutri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bakal kembali disidang pada Selasa (29/11/2022) hari ini.

Sidang keduanya, Ferdy Sambo in Putri Candrawathi bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Nantinya dalam sidang, rekaman CCTV di rumah mereka, di Saguling akan dibuka.

Rekaman CCTV dibuka dengan bantuan dari saksi ahli digital forensik.

Menurut majelis hakim, petugas CCTV di Rumah Saguling sangat penting untuk disidik.

Tak Hanya di Rumah Saguling, Majelis Hakim juga minta CCTV di sekitar Rumah Saguling ikut diputar.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kembali Disidang

Sidang gugatan dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akan digelar kembali, Selasa (29/11/2022).

Republik Indonesia (Kadiv Propam Polri) bertugas Dilaksanakan di Pulau Jakarta, Republik Indonesia (PN).

Agendanya antara lain Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto masih berupa pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU).

“Pemeriksaan saksi,” ujarnya saat dihubungi Minggu (27 November 2022).

Berdasarkan laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, dalam tiga kejahatan yang akan disidang Senin (28 November 2022).

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Pilih Ferdy Sambo dan Isterinya serta Putri Candrawathi mulai Selassa (29 November 2022).

Kemudian enam pelanggaran definisi obstruksi atau penghalangan penyidikan perkara akan kembali disidang pada kami (1/12/2022).

Meski enam kasus pelanggaran hukum disidang pada hari yang sama, PN Jakarta Selatan akan menggelar persidangannya di ruangan yang berbeda.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin menjelaskan Ruang Utama PN Jakarta Selatan.

Sementara tiga pelaku lainnya, yaitu Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto akan disidang di Ruang Sidang 03 PN Jakarta Selatan.

See also  Pemkot  Bekasi Siapkan Dana Hibah Bantu Korban Gempa Bumi Di Cianjur

CCTV Rumah Ferdy Sambo di Jalan Saguling Akan Dibuka di Persidangan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan pemeriksaan forensik digital oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada Senin (28/11/2022).

Persidangan ini, Heri Priyanto sebagai saksi ahli tersebut bertugas membuka file rekaman CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo saat kejadian penembakan.

Setelah memutar cuplikan video CCTV itu, Heri pun mundur dari dirinya.

Permohonan dan diri disampaikannya melalui JPU sebagai pihak yang menghadirkannya.

“Mohon izin, Yang Mulia. Saksi ahli ini ada keperluan, sehingga harus undur diri terlebh dulu,” JPU dalam sidang pada Senin (November 2022 28 hari) .

Majeis Hakim pun mengabulkan permohonan tersebut.

Buku ini diterbitkan sebagai Heri Kembali diajukan pada persidangan, Selasa (29 November 2022).

“Karena kami butuh saudara untuk memutar ini (file rekaman CCTV) di pengadilan,”kata Hakim Ketua, Wahyu Iman Santosa di dalam perkara.

Hanya CCTV Rumah Duren Tiga, Majelis Hakim juga meminta agar CCTV di sekitar Rumah Saguling ikut diputar di sidang besok.

“Mohon besok juga memutar CCTV di rumah Saguling karena itu penting untuk fakta persidangan,”kata Hakim Ketua, Wahyu Iman Santosa.

Sebagaimana diketahui, persidangan gan Selasa (29/11/2022) akan menghadirkan dua terdakwa, yaitu Ferdy Sambo dan isterinya, Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, keduanya telah ditetapkan sebagai pembela.

Dia termasuk Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, dan Kuwat Maruf.

Kelimanya telah didakwa pasal 340 subsidair pasal 338 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maximal hukuman mati.

Kemudian, ada pula pelanggaran hukum atau perintangan perkara. Mereka adalah Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, Baiquni Wibowo.

See also  Artemis Rocket Launch Date

Para kerugian obstruksi keadilan telah melakukan dakwaan Pasal 49 Juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) Juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Saxialibidang Digital Forensik

Sidang gugatan dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Alias ​​Brigadir J Kembali disimak, Senin (28 November 2022) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Awalnya, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf kembali bekerja untuk menjalankan agenda tersebut.

Satu di antara saksi-saksi yang dihadirkan ialah Heri Priyanto sebagai saksi ahli dalam hal digital forensik.

Majelis Hakim berisi berkas pemantauan Ferdy Sambo, Mantan Kadiv Propam Polri, CCTV.

“Nanti dihadirkan saja saksi ahlinya setelah istirahat makan siang,” ujar Hakim Ketua, Wahyu Iman Santosa dalam persidangan pada Senin (28 November 2022),

Setelah dihadirkan, Heri pun disumpah sebagai saksi ahli pada hari itu.

Melalui Layar Proyektor yang ada di ruang sidang, dia memutar cuplikan video CCTV di sekitar Rumah Ferdy Sambo pada saat kejadian penembakan Brigadir J.

Saya dalam CCTV, terlihat sosok berkostum putih masuk ke dalam rumah dinas.

Majelis Hakim menulis Bertanya kepada saksi yang hadir di ruang sidang, yaitu Chuck Putranto. Sebab Chuck merupakan satu dari empat orang yang disebut menyaksikan rekaman CCTV sebelum sambo memberi perintah untuk memusnahkan.

“Ada orang yang memakai baju putih itu siapa?”

“Almarhum Yosua,” kata Chuck dalam persidangan pada Senin (28/11/2022).

Setelah itu, dalam cuplikan video CCTV yang diputar, beberapa orang terlihat panik pasca-kejadian penembakan.

See also  Dirut BPJS Ketenagakerjaan Menekankan Pentingnya Kesejahteraan Seluruh Profesi Dan Pekerja.

Tak lama setelah itu, sebuah mobil SUV berwarna hitam tampak datang dan parkir di pan gerbang rumah dinas.

Kemudian terlihat esteri Ferdy Sambo, Putri Cadrawathi memasuki mobil tersebut.

Kemudian seorang berbaju biru tampak berlari menuju gerbang komplek dan membukanya agar mobile itu bisa lewat.

Tak lama kemudian ponsel yang ditumpangi Putri Candrawathi itu melaju ke arah rumahnya di Jalan Saguling.

Sebagai informasi, perkara ini telah menyeret lima terdakwa. Dua di antaranya adalah Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan isterinya, Putri Candrawathi.

Dia termasuk Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, dan Kuwat Maruf.

Kelimanya telah didakwa pasal 340 subsidair pasal 338 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maximal hukuman mati.

Selain itu, ada pula pelanggaran hukum atau perintangan perkara. Mereka adalah Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, Baiquni Wibowo.

Para kerugian obstruksi keadilan telah melakukan dakwaan Pasal 49 Juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) Juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP. (tribunnetwork/thf/)