Cerita Korban Gempa Cianjur: Tidur Di Tenda Pengungsian Bersama Belasan Jenazah, Bingung Mau Kemana

, CIANJUR – Gempa magnitudo 5,6 yang menggemparkan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya menyisakan cerita pilu yang dialami para korban.

Data terkini hingga Rabu (23 November 2022) gempa cianjur mengakibatkan 271 korban meninggal dunia.

Sementara puluhan korban lainnya dilaporkan masih hilang, ribuan lainnya mengungsi akibat rumah mereka rusak diterjang gempa dahsyat.

Belum lagi ribuan bangunan yang rusak mulai dari rumah, bangunan sekolah, rumah ibadah hingga fasilitas umum.

Berikut Tribune news rangkum sejumlah kisah pilu para korban gempa Cianjur.

Tidur Versama Velasan Jenaza

Para pengungsi di RT 4 RW 2 Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terpaksa tidur bersama 11 jenazah korban gempa di tenda pengungsian.

Pasalnya lokasi mereka yang terisolir karena akses jalan yang tertutup longsoran akibat gempa, sehingga mobil ambulans tak bisa membawa jenazah korban ke rumah sakit.

Hj Rosidah, salah seorang pengungsi menceritakan, ratusan rumah warga di desanya mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa.

Bahkan warga harus membangun tenda seadanya dari terpal sebagai lokasi pengungsian.

Ada dua tenda yang dibangun oleh warga dari terpal seadanya.

Bahkan, salah satu terpal yang digunakan diambil dari bekas kegiatan kurban saat Idul Adha lalu.

Seiring berjalannya waktu, sejumlah jenazah mulai berhasil dievakuasi dari balik reruntungan bangunan yang ambruk.

Mereka pun terpaksa sebaris dengan 11 jenazah yang dibawa ke dalam tenda tersebut.

Rosidah mengatakan bahwa di tenda yang menjadi posko pengungsian tersebut sempat ditinggali 11 jenazah.

Ketika itu warga bingung mengurus korban yang meninggal dunia karena tertimbun bangunan roboh sehingga jenazah yang sudah dievakuasi ditaruh sementara di tenda pengungsian.

“Karena trauma anak-anak, akhirnya kami pisah jenazah ditaruh di ujung belakang sana, sementara warga di depan sini,” ucap Rosidah ditemui Rabu (23 November 2022) dilansir dari Tribun Depok.

See also  Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Cianjur Tinggal Sementara Di Luar Rumah

Rosidah mengatakan ketika itu bantuan seperti mobil jenazah sulit masuk ke desa itu lantaran jalan utama tertutup material bangunan yang roboh.

Kemudian pada laman Selasa (22 November 2022), warga memutuskan untuk memeriksakan belasan jenazah tersebut.

Mereka memandikan jenazah seadanya berkat air PAM dan listrik mati.

Warga bahu membahu mengurus jenazah dengan memandikannya di sebuah parit yang terletak persis di belakang posko pengungsian.

Kata Rosidah, kondisi air parit tersebut besih namun berwarna keruh.

Parit tersebut biasa digunakan warga untuk mengairi sawah sekitar.

“Karena kalau tidak dikubur bagaimana, kasihan anak-anak trauma melihatnya. Menunggu bantuan tidak tahu kapan tiba,” ucapnya.

Kata Rosidah, bantuan baru tiba di selasa sore.

Saat itu jenazah sudah semuanya terkubur.

Rosidah pun bersyukur atas bantuannya akhirnya tiba di kampungnya pada Selasa (22 November 2022).

Sebagian besar bantuan tersebut berasal dari relawan dan komunitas.

Di Hari pertama gempa, warga hanya makan seadanya dari bahan pokok rumah warga yang tidak roboh.

“Semua makanan warga yang rumahnya selamat mulai dari mi instan, daging, beras dikeluarkan semua untuk saling bantu warga yang gudangnya roboh,” ucap Rosidah.

Istana Es Ibuaka Kemana Haru Tingal

Sementara itu ibu Acah (50), pengungsi yang terkena dampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat kehilangan rumah yang menjadi tempat tinggal keluarganya.

Rumahnya luluh lantak akibat gempa bumi 5,6 magnitudo, Senin (21 November 2022).

kini dengan keadaannya di pengungsian korban bencana, Acah pasrah dengan keadaan dengan tempat ia tinggali ambruk.

“Ya semuanya rusak ambruk. Sementara saat ini mah saya tinggal aja di sini(posko pengungsian),” maksudnya, kepada Tribunjabar.id, Rabu(23/11/2022) .

See also  1.000 Prajurit TNI AD Dikerahkan Bantu Penanganan Gempa Di Cianjur, Pelayanan Kesehatan Menyusul

Acah pun belum menentukan akan kemana dan dimana ia tinggal pasca masa tanggap darurat dinyartakan selesai.

“Ya bingung mau kemana lagi. Sementara saya udah tua begini apa yang diharapkan, tidak punya apa-apa,” katanya.

Acah yang memiliki dua anak yang sudah dewasa dan sudah berkeluarga tidak mungkin untuk meminta kepada mereka.

“Mereka juga sama gudang roboh. Apa yang diharapkan,” ucapnya.

Acah berharap adanya bantuan dari pemerintah mau pun para dermawan untuk bisa membangun kembali rumahnya.

“Harapannya dibantu. Semuanya ancur dan bisa dipakai,” Catania.

Zempa Surran Magnitudo 3,5

Sementara itu gempa bumi dengan magnitudo 3,5 kembali mengguncang Cianjur pada Rabu petang (23/11/2022) sekira pukul 18.49 WIB.

Dikutip dari unggahan twitter BMKG melaporkan bahwa pusat gempa terjadi di 9km Barat Daya Cianjur Jawa Barat.

BMKG juga menulis gempa berada pada kedalaman 5 km.

“#Gempa Mag:3.5, 23-Nov-22 18:49:43 WIB, Lok:6.84 LS, 107.06 BT(Pusat gempa berada di darat 9km Barat Daya Kab. Cianjur), Kedlmn:5km Dirasakan( MMI) III-IV Ciherang, III Sukaresmi, II – III Pacet, II – III Sukabumi, II – III Cipanas #BMKG, ” tulis BMKG, Rabu (23 November 2022).

Pelajari lebih lanjut tentang Wilayah di Ciherang, Sukaresmi, Pacet, Sukabumi, maupun Cipanas.

Sebelumnya, Deputi Geofisika BMKG, Suko Prayitno Adi melaporkan, hingga pukul 15.00 WIB kemarin telah terjadi 171 gempa susulan.

Masyarakat diimbau tak perlu cemas, lantaran kondisi kegempaan mulai melemah.

“Sampai pukul 15.00 WIB tadi jumlah gempa susulan ada 171 gempa,” imbuh dia.

(Tribunbogor/Damanhuri, Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah, /Rina Ayu Pancawati)

Sebagian artikel in telah tayang di dengan judul Kisah Korban Gempa Cianjur Tidur Bareng 11 Mayat di Tenda Pengungsian, Terpal Bekas Jadi Pelindung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *