Duta Sepak Bola Indonesia Galang Dana Untuk Korban Gempa Xianjour

, JAKARTA – Tragedi gempa Chenjur di Jawa Barat yang merenggut ratusan nyawa juga membuat anggota timnas mantan Duta Besar Persatuan Sepak Bola Indonesia (IFA) itu bersimpati atas musibah yang terjadi.

Legenda sepak bola akan mengumpulkan uang ini dan membagikannya kepada para korban. Mantan pemain timnas yang berkumpul di Monumen Nasional (Monas) itu mengungkapkan keprihatinannya.

Di antara mantan pemain timnas yang berunjuk rasa untuk tragedi Cianjur adalah Heri Kiswanto, Roly Nery, Oyoung Lisa, Roni Pasla, Risdianto, Wahyu Hedayat, Didi Suleiman, Simson Romhpasal, Ferrel Hato, Berti Solakarema, Nasir Salamuno, dan David Solakura. Putra dan Roni Tanujaya merupakan mantan senior dan pembina timnas yang tergabung dalam Duta Sepak Bola Indonesia (IFA).

Penasihat FIFA Rony Tanujaya menyatakan penyesalannya atas gempa di Cianjur, Jawa Barat. Nama belakangnya, Rutan, mengatakan, “Saya turut berduka atas gempa di Chenjur, Jawa Barat.”

“Kami mengambil langkah-langkah yang dapat kami lakukan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada saudara-saudara Cianjur. Kami akan menggalang dana dari mantan pemain timnas,” imbuhnya.

Menurut Rutan, uang yang terkumpul itu nantinya akan diserahkan kepada para korban Cianjur melalui lembaga atau organisasi resmi.

Selain menyuarakan keprihatinannya kemarin di Monas, mantan pemain timnas itu menggelar laga persahabatan atau amal melawan tim PATI TNI Angkatan Darat yang diperkuat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Dudung terbukti sebagai perwira tinggi (Pati) di TNI Angkatan Darat yang gemar olahraga. Hal itu menunjukkan gemilangnya pertandingan persahabatan dengan legenda hidup mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Rabu (23/11/202) dalam pertandingan PATI TNI AD melawan PSSI Legend Old Stars di Stadion Utama Gambir AD, Jakarta Pusat, Dudung dan kawan-kawan mengalahkan lawannya dengan skor 3-2.

See also  Ikan Gurame Padang Type Ikan Hias Air Tawar Dan Deskripsinya

Dua dari tiga gol tercipta dari kaki kiri Dudong Abdurrahman. Usai pertandingan, Dudung tampil di markas gembira dengan skor akhir yang dipilih PATI TNI AD.

Namun yang lebih penting baginya, laga melawan PSSI Legenda Bintang Lama itu menjadi ajang berkumpulnya mantan bintang Timnas Indonesia dan TNI di masanya.

Pertandingan persahabatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak mudah menyerah saat berjuang di arena olahraga.

“Artinya (bersama anak ini) kami ingin menginspirasi generasi muda untuk menghidupkan kembali olahraga sepak bola. Ini sesuatu yang istimewa. Kami juga bisa menjalin silaturahmi,” ujar Dudong.

Di tempat yang sama, Roli Neri, mantan timnas Indonesia era 1980-an, menyambut positif laga persahabatan KSAD Dudung Abdurrahman (KSAD).

“Kami berterima kasih kepada Pak Kasad. Kami bisa bertemu, bersosialisasi, dan bersilaturahmi di sini. Sangat menyenangkan beliau masih menghargai kami (sebagai mantan pemain)” ujar Roly Neary.

“Dulu kami bermain sepak bola untuk tim merah putih di dalam kotak. Kami berkompetisi untuk mengambil alih negara. Ini seperti tentara. Makanya sepak bola, kata teman-teman saya dan KSAD, seperti tentara. ” Pergi berperang .”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *